Baris Iklan

Selamat datang di blog kami.... perkenalkan kami ANIS ANISA I'AM KUNCORO ERIKA dan FERA! kami dari kelas XI IPA 1 dan bersekolah di SMA N 2 Wonosari

welcome

Senin, 28 November 2011

Sayur Lombok Ijo

Jangan lombok ijo adalah makanan khas Gunungkidul Jogjakarta, makanan yang syarat sejarah dan membawa tradisinya sendiri ini cukup familiar bagi orang asli gunungkidul atau orang yang pernah berkunjung di gunung kidul. So...jangan lewatkan untuk mencoba.

Bahan-bahan:
  • 10 tempe bungkus, iris kotak2 kecil
  • 1o cabe hijau, iris serong
  • 5 siung bawang putih, iris pipih
  • 7 siung bawang merah, iris pipih
  • 2 daun salam, lengkuas
  • 5 gelas air santan kelapa
  • 3 sdm minyak
  • garam, gula merah, gula pasir secukupnya
  • (Bisa dengan daun melinjo muda)
Cara Membuat:
  1. Panaskan minyak dalam wajan lalu masukkan bawang putih dan merah.
  2. Setelah harum, masukkan tempe, cabe hijau, lengkuas dan salam.
  3. Tambahkan garam, gula merah secukupnya, dan daun melinjo (apabila selera), beri sedikit santan.
  4. Aduk hingga rata.
  5. Sedikit demi sedikit tambahkan santan dan aduk. Jangan sampai santan mendidih terpecah.
  6. Tambahkan gula pasir secukupnya sebagai ganti penyedap rasa.
  7. Sajikan.





http://siskaris.multiply.com/journal/item/123/Daftar_Kuliner_selama_mudik_Yogya_nanti
http://id-id.facebook.com/pages/Jangan-Lombok-Ijjo-pokoe-Jogja-AbiZ/284120314173
http://www.resepmasakanonline.com/Resep-sayur-lombok-ijo.html

Nasi Gudangan atau Sego Gudangan


Nasi Gudangan atau Sego Gudang dalam istilah jawanya, adalah nasi putih dengan sayur gudangan. Gudangan terbuat dari rebusan berbagai sayuran seperti daun bentis, daun bayung, daun singkong dan kecambah. Gudangan diberi bumbu atau sambal yang berbahan parutan kelapa dan cabe atau biasa dikenal dengan nama urap. Sebagai lauk biasanya ditambahkan tempe goreng dan kremesan-nya. Khusus untuk resep Nasi Gudangan dibawah ini, sayur yang dipakai adalah daun pepaya dan daun singkong. Untuk daun singkongnya, agar cepat lunak dan warnanya hijaunya tidak pudar, bisa ditambahkan baking powder / soda kue ke dalam rebusan. Berikut bahan dan cara membuatnya:
Bahan I :
Nasi putih 400 gram
Daun pepaya muda/setengah tua 300 gram
Daun singkong 50 gram
Karak/kerupuk puli secukupnya
Bahan II ( Bumbu Kelapa ) :
Kelapa muda parut 300 gram
Bawang putih 7 siung
Kencur 2 cm
Daun jeruk purut 4 lembar
Gula pasir 1 sendok the
Garam secukupnya
Bahan Sambal :
Cabai merah 4 buah
Cabai rawit 3 buah
Gula pasir 1/2 sendok the
Garam secukupnya
Pelengkap :
Mentimun, 1 buah, potong dadu sekitar 1/2 cm
Petai cina (lamtoro) 50 gram
Kemangi 1/2 ikat
Cara membuat Nasi Gudangan :
Panaskan air, rebus daun pepaya dan daun singkong dengan sedikit garam. Masak hingga daun lunak. Angkat, tiriskan, iris halus. Sisihkan.Bumbu kelapa : Tumbuk semua bahan II, kecuali kelapa muda hingga halus. Tambahkan kelapa parut, aduk rata.Campur daun pepaya dengan bumbu kelapa, aduk rata. Sisihkan.Sambal : Campur semua bahan, tumbuk hingga halus. Sisihkan.Letakkan nasi putih di atas piring saji, tambahkan campuran daun pepaya, sambal dan pelengkap.Sajikan dengan karak atau kerupuk puli.
Resep untuk 3 porsi Nasi Gudangan.

http://www.resepibu.info/nasi-gudangan.html
http://bufery.wordpress.com/2008/05/08/gudangan-ato-urap/

Trancam ( GUNUNGKIDUL )










Bahan -bahan yang diperlukan :
  • 1 ons taoge pendek
  • 1 buah mentimun buang isinya iris tipis
  • 1\2 ons petai cina
  • 1 ikat kecil daun kemangi siangi
  • 10 batang baros kunci iris halus
  • 1\4 butir kelapa muda parut
Bumbu yang diperlukan :
  • 3 buah cabai merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 ruas jari kencur
  • kulit jeruk purut iris tipis secukupnya
  • 1 sendok teh garam
  • Gula merah secukupnya
Cara mengolah bahan :
  1. Semua bumbu dihaluskan.
  2. Campurkan semua bahan ( kecuali kelapa parut) , aduk rata.
  3. Cuci bersih, siram dengan air panas. tiriskan.
  4. Campurkan kelapa muda parut dan bumbu halus sampai merata.
  5. Campurkan bahan sayur dan kelapa parut berbumbu sampai rata.
http://www.makanan.us/resep-makanan-utama/resep-sayur/trancam-khas-jawa
http://kitabmasakan.com/2011/05/resep-trancam-jawa-tengah/

Tahu Bacem


Camilan khas gununmgkidul yang menarik lainnya adalah tahu bacem, tahu bacem merupakan makanan yang berbahan dari kedelai dan diolah menjadi tahu dengan bumbu gula jawanya yang khas, enak di makan dengan cabe rawit.



Bahan :
12 potong tahu segitiga
3 siung bawang putih, dihaluskan
3 siung bawang merah, dihaluskan
1 sdt ketumbar halus
2-3 sdm gula merah (kalo suka manis, bisa ditambah)
2 cm lengkuas, dimemarkan
2 lembar daun salam
800 ml air (lebih enak kalo air kelapa)
2 biji asam
Garam secukupnya

Cara membuat :
Campur tahu, bumbu-bumbu dan air. Masak dengan api kecil hingga air mengering. Lalu goreng hingga permukaan tahu agak kering. Sajikan dengan sambal terasi.

Rabu, 23 November 2011

Meniran

Meniran adalah kudapan yang terbuat dari beras yang dimasak bersama santan dan dibungkus dengan daun pisang. Sajian yang satu ini termasuk makanan tradisional yang sudah jarang kita jumpai.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
-200 gram beras, direndam 2 jam
-350 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
-250 ml santan encer dari 1/4 butir kelapa
-1 1/4 sendok teh garam
-1 lembar daun pandan, dipotong-potong
-daun pisang

Cara Pengolahan :
  1. Tumbuk kasar beras yang sudah direndam.
  2. Rebus santan kental dan 1/4 sendok teh garam sampai mendidih dan agak kental. Ukur lagi santan 300 ml. Sisihkan.
  3. Campur santan encer, beras, dan garam. Masak di atas api kecil sambil diaduk sampai kental.
  4. Ambil selembar daun pisang. Letakan sepotong daun pandan. Masukkkan 1 sendok makan adonan beras dan 2 sendok makan santan kental.
  5. Bungkus tum. Kukus 30 menit sampai matang.
 (Untuk 10 buah)

Courtesy from : http://www.sajiansedap.com/recipe/detail/10583/meniran

Cemplon

Cemplon adalah makanan terbuat dari singkong di campur dengan gula jawa dan di goreng. Biasanya cemplon bisa kita ketemui di pasar-pasar tradisional di daerah Gunungkidul. Pembuatan makanan ini sangat mudah.

Bahan-bahannya :  singkong,
                             gula merah,
                             garam minyak goreng.

Cara membuat :
Parut  beberapa singkong, kasih garam secukupnya, setelah itu buat bulat-bulat seukuran bola ping pong. Lalu isi di dalamnya dengan gula merah sesui selera. Setelah itu  goreng hingga matang, biasanya kemerah-merahan jika sudah matang, tiriskan dan sajikan. 

http://yeatim.blogspot.com/2011/04/cemplon-makanan-dari-singkong.html

Sabtu, 19 November 2011

Sego Abang Lombok Ijo

Salah satu menu makanan khas daerah Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta adalah sego abang dalam bahasa Indonesia yang artinya sego(nasi), sedangkan abang(merah).Menu khas ini hanya bisa di jumpai di daerah Wonosari, di daerah lain ada tetapi sayur yang di sajikan berbeda. Salah satu warung yang menyajikan sego abang ini adalah warung di dekat Rest Area Bunder, tepatnya di wilayah Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul 30 kilometer dari kota Yogyakarta.
letaknya di sebelah kanan rest area bunder
Menu yang ada di warung ini hanya sego abang dan sayur lombok ijo(cabe hijau), isi dari sayur ini berupa cabe hijau yang di iris melintang panjang-panjang dan juga ada potongan tempe yang di padu dengan kuah santan yang kental. Tempe yang di gunakan berasal dari proses pembuatan tempe tradisional, yaitu tempe yang dibungkus dengan daun pisang.
salah satu menu yang ditawarkan
Tersedia juga beragam lauk yang disediakan di warung ini, antara lain bothok(parutan kelapa muda yang di campur ikan teri, kemudian di bungkus daun pisang lalu dikukus), ada juga baceman ayam, tahu tempa, dan juga ikan wader.Untuk minuman tersedia teh panas atau dingin, dan juga jeruk panas atau dingin. Pokoknya jika anda melewati jalan Jogja-Wonosari patut mampir ke warung ini.
Monggo silahkan dicoba pedasnya lombok ijonya....

Jumat, 18 November 2011

Walang Goreng

Walang Goreng / Belalang Goreng

Orang dari daerah Gunung Kidul ( GK )mana yang tak kenal dengan kuliner yang satu ini, benar belalang goreng bagi sebagian perantauan dari gunung kidul dianggap sebagai Emas Merah yang sangat berharga, karena bagi mereka sangatlah sulit menemukan kuliner yang satu ini di daerah manapun selain dari daerah asalnya terkenal yaitu Gunung Kidul.

Banyak orang menganggap walang goreng / belalang goreng adalah extreme kuliner, karena perlu keberanian tinggi untuk bisa menikmati makanan yang satu ini, bagi yang tidak terbiasa menyantap makanan ini bisa-bisa tertkena alergi gatal-gatal.

Tak banyak orang mengetahui akan potensi keanekaragaman kuliner indonesia yang di hasilkan dari olahan belalang ini, biasa oleh penduduk setempat ( GK ) diolah menjadi beraneka masakan, seperti : bacem walang, keripik walang atau hanya sekedar diberi bumbu bawang terus digoreng itupun sudah nikmat, rasanya tidak kalah dengan rasa udang goreng.

Dikota asalnya, belalang dijual 1 rengteng ( kurang lebih 100 ekor ) bisa mencapai harga Rp. 20,000,- kerena memang faktor kesulitan yang lumayan sulit untuk menangkapnya dan juga tidak sembarang belalang yang bisa dikonsumsi, biasanya para pencari belalang mulai berburu sehabis hujan reda, dengan bermodalkan jaring kecil dan tongkat galah yang panjang, mereka mulai menyusuri area kebun ladang ( tegalan ). Karena memang dari segi ekonomisnya yang cukup mengiurkan, tak jarang kita bisa temui begitu banyaknya para pencari belalang, bahkan kadang - kadang kita bisa menemui pencari belelang yang berasal dari daerah lain, yang memang meraka sengaja mencari belalang dari daerah satu ke daerah yang lainnya.  Pernah terfikirkan, andaikata balalang bisa diternakan makan mereka tidak perlu jauh2 mencari belalang ke daerah lain yang jauh dari daerah asal mereka tinggal, dan mungkin itu bisa menjadi matapencaharian mereka selain berladang, sebab hampir 65% penduduk GK di perantauan yang apabila pulang kampung dan kemudian hendak kembali ke parantauan, pasti mereka akan mencari kuliner yang satu ini untuk dijadikan sebagai oleh-oleh pelepas rindu kampung halaman.

Rabu, 16 November 2011

Ronde



WEDANG RONDE

Bahan ronde:
200 gr tepung beras ketan
200 ml air
1 sdt air kapur sirih
100 gr enting-enting, haluskan

Pewarna : merah, kuning, hijau
2 ltr air, untuk merebus ronde.

Cara membuatnya:
Masak 2 ltr air, biarkan mendidih.
Campur 200 ml air dan air kapur sirih, tuangkan pada tepung beras ketan sedikit demi sedikit sambil uleni hingga bisa dipulung.
Bagi tiga, beri warna masing-masing merah, kuning, hijau.
Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi dengan sedikit enting-enting, bulatkan seperti bakso.
Masukkan dalam air mendidih, biarkan mengapung angkat. Taruh dalam kuah jahe.
Lakukan hingga semua adonan habis.

Kuah Jahe:
1 ltr air
200 gr gula pasir
7 lbr daun jeruk purut
100 gr jahe emprit, pukul-pukul
1 btg kayu manis
saya: tambahin dengan 2 batang sereh, memarkan
Cara membuat:
Masak semua bahan hingga mendidih dan gula larut. Biarkan lk. 10 menit mendidih spy aroma jahe dan kayu manis keluar. Angkat, dinginkan.


Senin, 14 November 2011

Wedang Jahe ala GUNUNGKIDUL

Bahan Minuman :
  • gula batu / gula pasir / gula merah sesuai selera (tapi lebih baik pakai gula batu)2 ibu jari jahe, kupas kulitnya, cuci lalu iris kira-kira setebal 1 cm, lalu geprek
  • 1-2 butir cengkeh, cuci.
  • Air mendidih sekali
  • 2 kelingking batang kayu manis, cuci juga sebentar.
  • 2 ruas kelingking kencur, kupas kulitnya, cuci, lalu digeprek juga sedikit
Perhatian : Semua dicuci dengan air matang.
Cara membuat minuman wedang jahe
  1. Masukkan jahe,kencur, cengkeh, batang kayu manis,  ke dalam gelas lalu seduh dengan air mendidih.
  2. Aduk-aduk sampai gula batunya larut.
  3. Dan jahe agak ditekan-tekan sedikit supaya sarinya keluar. Minum hangat-hangat.
  4. Kalau ingin lebih pedas, boleh digodog dulu sebentar dengan 300cc air sehingga sarinya jahe jadi lebih keluar lagi. Pertama godog dengan api besar dulu sampai mendidih, sambil dijaga jangan sampai mumbul, lalu kecilkan api, kemudian godog sekitar 10 menit.
  5. Tapi kalau ingin pedasnya sedang, tidak usah digodog, langsung seduh dengan air mendidih saja.
Resep keren ini diambil dari http://sienaviena.multiply.com/recipes/item/5

Senin, 07 November 2011

Bakpia Pathok Jogja Mak Krenyes, Sayang Kalau Anda Ndak Nyicipin

 
bakpia 1 150x150 Bakpia Pathok Jogja Mak Krenyes, Sayang Kalau Anda Ndak NyicipinBakpia Pathok awalnya berasal dari pembuat bakpia pertama dan terkenal sejak 1978 dari Jalan Pathok nomer 75 yang hingga kini tetap bertahan dan bernama Bakpia Pathok 75.
Seiring waktu, bermunculan pula Bakpia Pathok 25,21, 555 dan sebagainya. Untuk rasa dan kualitas, tentunya Anda harus cukup selektif. Saat Bakpia Pathok 75 masih tetap konsisten pada isi kacang hijau untuk menjaga keasliannya, rumah-rumah bakpia lain mulai mengembangkan isi dengan kacang merah, rasa cokelat, keju bahkan durian.
Bakpia Pathok ini adalah salah satu maskot jogjakarta paling terkenal selain malioboro, kalau ke jogja orang pasti bawa Bakpia untuk oleh oleh sanak saudara dan teman.
bakpia1 300x262 Bakpia Pathok Jogja Mak Krenyes, Sayang Kalau Anda Ndak Nyicipin
Selama ini orang banyak mengenal nama bakpia Pathok, karena memang penjual dan produsen bakpia banyak bertebaran di sepanjang Jalan Pathuk (sekarang bernama Jl. KS. Tubun), yang berada di kawasan Kecamatan Ngampilan, Jogjakarta. Jika musim liburan tiba, maka dapat dipastikan jalan sepanjang kurang dari satu kilometer, dua lajur dua arah, ini akan padat dan sumpek penuh dengan kendaraan para pembeli bakpia. Tidak sulit bagi pendatang dari luar jogjakarta untuk menemukan lokasi ini. Siapapun orang jogjakarta pasti tahu kalau ditanya dimana letaknya. Nggak jauh dari Keraton Yogyakarta juga
Di sentra bakpia ini ada lebih dari 100 penjual dan produsen bakpia. Dari yang punya toko mentereng dan besar sampai yang skala industry dan toko rumah tangga,. Yang sudah sering dikenal itu ada   25, 35, 38, 55, 67, 75, 99, dan entah nomor berapa lagi. Angka–angka itu umumnya menunjukkan angka nomor alamat rumah.
359442538 50634608fa o 300x225 Bakpia Pathok Jogja Mak Krenyes, Sayang Kalau Anda Ndak Nyicipin
Nggak ada yang tahu bagaimana ceritanya sampai mereka mulai memakai nomer rumahnya itu untuk menamai produk bakpia nya.Mungkin karena kepraktisan saja maka produsen memakai nomer rumahnya. Saking banyaknya sampai para pembeli tidak tahu lagi mana bakpia yang harus dibeli, akhirnya mereka memilih sembarang nomer bakpia asal saja bukan jenis makanan pia pia seperti lunpia, nopia, atau yang penting jangan bawa pulang kerumah sephia aja,..
bakpia 1 300x225 Bakpia Pathok Jogja Mak Krenyes, Sayang Kalau Anda Ndak Nyicipin
Bakpia ini sangat popular, luar biasa popular. Bisa dibayangkan berapa banyak bakpia ini yang berseliweran di Jogjakarta. Apalagi musim liburan harganya berkisar Rp.10.000,- ada yang kurang sedikit ada yang lebih sedikit.
Tapi siapa yang tahu ? Saking banyaknya penjual dan produsen bakpia ini mulai terjadi persaingan tidak sehat secara diam diam yang terjadi. Persaingan tidak sehat, bahkan saling menjatuhkan, diam–diam tumbuh di kalangan sesama pedagang atau produsen bakpia. Sangat disayangkan memang. Berbeda dengan para petani salak pondoh yang berhimpun dalam Kelompok Tani, di kalangan para pedagang atau produsen bakpia ini belum memiliki paguyuban yang mampu melindungi kepentingan mereka bersama.
Semakin runyamnya persaingan ini, secara diam–diam atau sembunyi–sembunyi berdampak kepada semakin runyamnya jasa calo bakpia di seputaran Pathuk. Tidak saja mengganggu calon pembeli, terlebih meresahkan para pedagang bakpia karena akan mengurangi porsi keuntungan pedagang. Bahkan seringkali permintaan imbalan oleh para calo kepada pedagang bakpia ini dilakukan dengan setengah memaksa.
Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Selain itu pula bakpia mulai diproduksi di kampung Pathuk Jogjakarta, sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas. Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.
Pada tahun 1980 mulai tampil kemasan baru dengan merek dagang sesuai nomor rumah, diikuti munculnya bakpia-bakpia lain dengan merek dagang nomer berlainan. Demikian pesatnya perkembangan “kue oleh-oleh” itu hingga mencapai booming sejak sekitar tahun 1992.
Bakpia271209  300x184 Bakpia Pathok Jogja Mak Krenyes, Sayang Kalau Anda Ndak Nyicipin
Ada tiga pilihan rasa yang umum untuk Bakpia Pathok. Yaitu kacang hijau, keju dan coklat. Berikut deskripsi proses serta bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan tiga rasa tersebut.
a.    Kacang Hijau
Bahan yang diperlukan untuk kumbu (isi) Bakpia Pathok rasa kacang hijau adalah : kacang hijau, gula pasir, minyak nabati, dan garam. Sedangkan bahan untuk kulit adalah : tepung segitiga, tepung cakra, minyak, dan air.
Proses pembuatan kumbu diawali dengan penggilingan kacang hijau menggunakan mesin pemecah kacang hijau. Setelah itu kacang hijau direndam dengan air panas beberapa lama kemudian dicuci sampai kulitnya terpisah dan diperoleh kacang hijau yang bersih yang sudah terpisah dari kulitnya. Kemudian kacang hijau yang bersih tadi dikukus, selanjutnya digiling agar menjadi halus. Setelah itu proses pemasakan kumbu dimulai. Yaitu kacang hijau yang sudah digiling dimasak dicampur dengan minyak nabati, gula pasir dan garam sampai matang.
Untuk proses pembuatan kulit bakpia lebih sederhana, yaitu semua bahan kulit dicampur dan diuleni sampai bisa dipotong kecil-kecil untuk selanjutnya diisi kumbu kacang hijau yang sudah dibuat tadi dan dibentuk bulat-bulat. Kemudian bakpia dipanggang menggunakan arang sampai matang. Bakpia kacang hijau ini sejak pembuatannya  dapat bertahan sampai enam hari.
b.    Keju
Bahan yang diperlukan untuk kumbu adalah: tepung segitiga , gula halus, margarin, maizena, keju, butter, susu bubuk, dan garam. Bahan- bahan ini kemudian dicampur sampai tercampur rata. Selanjutnya kumbu diisikan ke dalam kulit bakpia, dibentuk bulat-bulat kemudian dipanggang sampai matang. Bakpia dengan rasa keju ini dapat bertahan sampai sepuluh hari sejak pembuatannya.
c.    Coklat
Bahan yang diperlukan untuk kumbu adalah: tepung segitiga, gula halus, margarin, maizena, butter, coklat bubuk, pasta coklat, susu coklat kaleng, susu bubuk, dan air secukupnya. Bahan-bahan ini kemudian dicampur sampai rata kemudian diisikan ke dalam kulit bakpia, dibentuk bulat-bulat dan selanjutnya dipanggang sampai matang. Bakpia dengan rasa coklat ini sejak pembuatannya dapat bertahan sampai sepuluh hari.

http://www.sahabatjogja.com/bakpia-pathok/


“GATOT” Makanan Khas GUNUNGKIDUL

 

Gatot, sebuah makanan ringan atau jajanan khas gunungkidul. Gatot biasa dikonsumsi untuk menemani acara minum teh atau kopi. Sering dihidangkan untuk menjamu tamu yang berkunjung. Dulu, gatot dibuat untuk konsumsi pribadi, namun sekarang sudah menjadi komoditi yang diperjual belikan. Gatot dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional atau pusat oleh-oleh Gunungkidul. Gatot adalah makanan yang terbuat dari gaplek (ketela/singkong yang dikeringkan) sama dengan tiwul. Ketela yang telah dikupas kemudian dijemur untuk dikeringkan sehingga menjadi gaplek. Namun untuk membuat gatot berkualitas, bukan sembarang gaplek yang dipakai. Para pedagang gatot yang biasanya merangkap sebagai pembuat (produsen) menggunakan gaplek yang (sengaja) dihujan-hujankan. Tujuannya untuk mendapatkan warna hitam khas gatot. Untuk mengantisipasi musim kemarau, maka biasanya pembuat gatot mempunyai stok bahan (gaplek yang kehujanan).

Cara pembuatan gatot sangat sederhana. Gatot yang sudah kering direndam selama 12 jam (semalam). Setelah dicuci bersih, gaplek dipotong kecil-kecil sesuai ukuran gatot, kemudian ditanak/dikukus selama sekitar 2 jam. Setelah masak, gatot ditempatkan di suatu wadah yang lebar biar cepat dingin. Untuk menghidangkan, gatot ditaburi dengan parutan kelapa ditambah sedikit gula dan garam. Perpaduan rasa kenyal gatot bercampur sedikit manis dan asin menambah eksotisme rasa makanan khas Gunungkidul ini.

http://setyowatieni.wordpress.com/2011/06/21/gatot-gunungkidul/

Selasa, 01 November 2011

Tiwul, Romantisme Kenangan Masa Lalu

Tiwul, makanan yang menjadi ciri khas Gunungkidul. Tiwul terbuat dari singkong yang dikeringkan (gaplek). Makanan yang selama ini diidentikkan dengan kemiskinan, sekarang menjelma menjadi oleh-oleh yang paling banyak dicari. Tiwul berhasil mendongkrak imej menembus batas gengsi. Kenangan akan romantisme masa lalu, terobati ketika butir-butir halus tiwul dinikmati. Makanan yang dulu dipakai sebagai pengganti nasi sekarang menjadi camilan dengan pemanis gula kelapa.

Tiwul Yu Tum, pusat oleh-oleh khas gunungkidul. Di tempat ini, seorang ibu bernama Tumirah, sering dipanggil Yu Tum mengolah tiwul dengan berbagai rupa dan rasa. Dengan kemasan yang lebih rapi, tiwul menjadi makanan berkelas tinggi. Kedai ini selalu diserbu pembeli, apalagi di musim liburan. Tidak mengherankan, warung kecil ini di hari biasa saja bisa beromzet lebih dari 1 juta/hari. Bagaimana tidak, per hari Yu Tum mengolah 70 kg gaplek. Harga tiwul Yu Tum bervariasi, antara Rp. 5.000 - 15.000 untuk kemasan besek (kardus dari anyaman bambu) dan Rp. 45.000 untuk tumpeng tiwul. Tiwul Yu TUm berada diJI. Pramuka No. 36. Wonosari Gunungkidul, Telp (0274) 7889300 - 081328741792.

Eksistensi tiwul juga berhasil merangsek dunia industri. PT. Sinar Sukses Sentosa, memproduksi tiwul instan dengan merk dagang Rara Srikandi. Tiwul instan ini di buat untuk menyederhanakan proses pembuatan tiwul dan mempermudah distribusi. Tiap hari, pabrik ini mengolah 50-100 ton singkong menjadi ribuan pack tiwul instan. Karena semakin meningkatnya permintaan akan tiwul instan, pabrik ini membuka cabang di Blitar, Jawa Timur. Harga tiwul instan Rp. 5.000/pack.

Romantisme kenangan akan masa lalu, mungkin merupakan faktor utama eksistensi tiwul menembus batas gengsi, lintas generasi dan menembus dunia industri.